Latest Entries »

CUKUPLAH SATU TUHAN

Zaman dulu orang-orang jahiliyah selalu direpotkan dengan jadwal penyembahan. Pagi ini mereka harus menyembah matahari. Siang nanti mereka harus menyembah bumi. Sedangkan malam nanti mereka harus menyembah bulan dan bintang. Setiap hari mereka menyembah Tuhan yang berbeda-beda. Untuk setiap tempat tertentu dipercayai ada Tuhannya. Di pohon besar ada Tuhannya, di batu besar ada Tuhannya, di gunung, di sungai dan di laut sekalipun ada Tuhannya sendiri-sendiri. Belum lagi di keris, di tombak, di cincin dan di benda-benda pusaka yang mereka miliki juga terdapat Tuhan. Betapa repotnya, jika mereka harus memberi sesaji, membakar kemenyan dan memandikannya setiap malam-malam tertentu yang dianggap keramat. Berapa banyak Tuhan yang harus mereka sembah?
Untuk masing-masing Tuhan ada sesajen khusus. Setiap tahun mempunyai cara-cara peribadatan sendiri-sendiri.
View full article »

Islam adalah agama sekaligus peradaban. Di dalamnya terdapat berbagai macam aturan yang meliputi setiap aspek kehidupan manusia. Peradaban yang dibangun Islam adalah peradaban yang berkeadaban bukan peradaban yang berkebiadaban.
View full article »

o Lahir di Kuffah dan hidup pada masa Bani Abbas.
o Al-Kindi adalah filsuf yang mempelopori mempertemukan agama dengan filsafat Yunani.
o Dia adalah penganut aliran eklektisisme ( suatu kepercayaan yang tidak mempergunakan atau mengikuti metode apapun yang ada melainkan mengambil apa yang paling baik dari metode-metode filsafat.
View full article »

Dari Ibnu Umar RA berkata: Telah bersabda Rasulullah SAW:
“Barang siapa menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.”
(HR Abu Dawud No. 3512)
Dari Abu Sa’id Al-Khudhri RA, dari Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Sungguh kalian akan mengikuti tradisi orang-orang sebelum kalian jengkal demi jengkal dan hasta demi hasra, sehingga sekiranya mereka masuk ke lubang biawak pun kalian akan tetap mengikuti mereka! “Kami bertanya: “Wahai Rasulullah, apakah mereka itu Yahudi dan Nashrani? “Beliau menjawab: Maka siapa lagi (kalau bukan mereka)?”
(HR. Bukhari dan Muslim)
View full article »

Tidak ada satu bangsapun di dunia ini yang mau terjajah oleh bangsa lain. Sebaliknya, setiap bangsa tentunya memiliki kecenderungan bahkan keinginan agar dapat berpengaruh terhadap bangsa lain. Untuk dapat meraih dan mewujudkan pengaruh tersebut banyak cara yang digunakan. Yahudi merupakan bangsa yang memiliki kecenderungan yang sangat besar. Kecenderungan itu tidak hanya ingin berpengaruh terhadap bangsa-bangsa yang lain, akan tetapi lebih dari itu. Yahudi juga berambisi untuk menguasai dunia secara keseluruhan. View full article »

Pendahuluan
Paradigma ilmu memiliki peranan penting bahkan sangat penting dalam proses keilmuan. Paradigma ilmu berfungsi memberikan kerangka, mengarahkan, bahkan menguji konsistensi dari proses keilmuan. Tidak hanya itu, paradigma ilmu juga berfungsi sebagai lensa yang melaluinya para ilmuan dapat mengamati dan memahami masalah-masalah ilmiah dalam bidang masing-masing dan jawaban-jawaban ilmiah terhadap masalah-masalah tersebut. Oleh karena itu, paradigma merupakan aspek yang begitu penting “urgent” dalam proses keilmuan.
View full article »

Pendahuluan
Islam adalah agama sekaligus peradaban . Di dalamnya terdapat berbagai macam aturan yang meliputi setiap aspek kehidupan manusia. Peradaban yang dibangun Islam adalah peradaban yang berkeadaban bukan peradaban yang berkebiadaban. Dalam artian, peradaban yang didasarkan pada tradisi-tradisi keIslaman dan pandangan hidup (worldview) Islam yang telah dibangun oleh para Salafus-Salih berlandaskan kitab suci Al-Qur’an dan As-Sunah yang dibawa oleh Rasulullah SAW. Di samping itu, Islam juga merupakan agama rahmatan lil’alamin (Q.S. Al-Anbiya: 107) dan sistem hidup (way of life).
Itulah pertama kalinya dalam sejarah agama di dunia, bahwa hanya ada satu agama yang secara harfiah bermakna kedamaian. Kata Islam sendiri memiliki dua konotasi, pertama adalah tunduk dan penyerahan diri sepenuhnya kepada kehendak dan perintah Allah SWT dan kedua artinya adalah damai. Kedua makna tersebut menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Akan tetapi dalam beberapa tahun terakhir ini tuduhan buruk terhadap Islam bermunculan seperti suburnya tumbuhan di musim hujan. Salah satu tuduhan tersebut adalah labelisasi Islam sebagai agama teroris. Kemunculan labelisasi ini menjadikan Islam yang sebelumnya dikenal sebagai agama yang mengajarkan kedamaian kesannya berubah menjadi agama yang brutal dan haus darah.
View full article »

Pendahuluan
Filsafat agama pada pokoknya merupakan pemikiran filsafat tentang agama. Dalam mempelajari filsafat agama tidak perlu dilakukan dari sikap pandangan keagamaan. Orang yang tidak percaya kepada Tuhan (Atheis) dan orang yang merasa tidak mampu untuk mengetahui agama (agnostik), begitu juga orang yang memiliki keyakinan agama dapat berfilsafat tentang agama. Para filosof mempelajari konsep-konsep dan proposisi teologi, yakni formulasi yang sistematik tentang kepercayaan agama, mereka juga mempelajari pengalaman keagamaan serta aktivitas peribadatan yang menjadi dasar bagi teologi. Salah satu dari filosof tersebut adalah Friedrich Nietzsche (1844-1900).
Alasan pemilihan Filsafat Nietzsche sebagai tema tulisan ilmiah ini adalah ketertarikan untuk mengetahui lebih banyak tentang Nietszche dan pemikirannya. Terutama adalah untuk mengetahui tentang sejarah kehidupan Nietzsche. Bagaimana dia dapat memiliki pemikiran-pemikiran yang menolak filosof-filosof sebelum dirinya, siapakah orang-orang yang mempengaruhi pemikiran-pemikirannya, mengapa ia memiliki penolakan yang seakan radikal terhadap agama. Selain hal di atas, pemilihan tema ini juga didasarkan pada data yang cukup mengenai sejarah hidup Nietzsche. Makalah yang sederhana ini akan mencoba menjawab pertanyaan tersebut di atas, dengan maksud agar nantinya dapat diketahui bagaimana pemikiran dari Nietzsche yang berakhir pada kesimpulan bahwa Tuhan telah mati.
View full article »

Jika melihat fenomena yang terjadi sekarang, kita akan menemukan banyak hal di media massa yang begitu jauh dari nilai-nilai keislaman. Sebagian besar, berita-berita yang disajikan oleh media massa sangat jauh dari aspek akhlak dan moral. Ukuran keberhasilan tayangan yang diberitakan oleh media massa baik cetak maupun elektronik hanya sekedar dilihat dari permintaan pasar. Akibatnya, akhlak dan moral dikesampingkan. Aturan agama di nomor sekiankan. Yang terjadi, adab yang seharusnya dipentingkan dan menjadi tujuan utama acara di media massa terabaikan. Akhirnya, terbentuklah masyarakat yang berkebiadaban bukan masyarakat yang berkeadaban.
View full article »